Sejarah

Kesejarahan


a. Memiliki Usia Paling Tua


Pendidikan madrasah merupakan bagian dari pendidikan nasional yang memiliki kontribusi tidak kecil dalam pembangunan pendidikan nasional atau kebijakan pendidikan nasional. Madrasah telah memberikan sumbangan yang sangat signifikan dalam proses pencerdasan masyarakat dan bangsa, khususnya dalam konteks perluasan akses dan pemerataan pendidikan. Dengan biaya yang relatif murah dan distribusi lembaga yang menjangkau daerah-daerah terpencil, madrasah membuka akses atau kesempatan yang lebih bagi masyarakat miskin dan marginal untuk mendapatkan pelayanan pendidikan.


Pendirian madrasah oleh para pemuka muslim di berbagai pelosok negeri memainkan peranan yang sangat penting dalam membuka akses bagi masyarakat miskin dan terpencil untuk memperoleh layanan pendidikan. Komitmen moral ini dalam kenyataan tidak pernah surut, sehingga secara kelembagaan madrasah terus mengalami perkembangan yang sangat pesat hingga sekarang.


Pendirian MadrasahTsanawiyah Negeri Palu ini dilator belakangi oleh banyaknya siswa tamatan Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah yang mempunyai keinginan melanjutkan ke Madarasah Tsanawiyah yang ada pada saat itu. Karena tingginya animo masyarakat khususnya orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di madrasah Tsanawiyah, namun Madrasah Tsanawiyah  yang ada pada waktu itu terbatas jumlahnya, maka pada tahun 1963 MTsN Model Palu Timur yang awalnya bernama sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) 6 tahun. tahun 1978 PGA 6 tahun beralih statusnya menjadi MTsN Palu yang menjadi satu-satunya Madrasah Tsanawiyah Negeri di Sulawesi Tengah dan menjadi Induk pelaksanaan Ujian ratusan Madrasah Tsanawiyah Swasta di Sulawesi Tengah, Pada tahun 1978 Gedung madrasah Tsanawiyah Negeri Palu Timur diresmikan oleh Kepala Kantor Departemen Agama Provinsi Sulawesi Tengah, awal diresmikannya gedung ini hanya 1 (satu) unit yang terdiri dari tiga ruang belajar yang pada saat itu dipimpin oleh kepala Madrasah Bapak Drs. Abdul Rahim Genda dengan Priode 1978 s.d 1979, dengan melihat animo masyasarakat dari tahun ketahun menyekolahkan anaknya di Madrasah ini semakin meningkat dan runag tersedia tidak dapat lagi menampung siswa,


Maka pemerintah dalam hal ini Departemen Agama Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan untuk  pembangunan Madrasah Tsanawiyah yang baru. Usulan tersebut disetujui oleh pemerintah pusat melalui SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 515 A tahun 1995 tanggal 25 Nopember 1995. Dengan Nomor Statistik 21172031063 yang kemudian direvisi menjadi 121. 1 72 71 0001.


Dalam perkembangannya pada tahun 1998 MTsN Palu berubah menjadi MTsN Model Palu Timur sesuai dengan piagam yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama yang bertempat di Jogjakarta pada hari sabtu tanggal 14 Maret 1998 yang pada saat itu dipimpin oleh Bapak Drs. Syamsuddin Badarong dengan priode 1992 s.d 1998. Adapun Kepala-Kepala MTsN Palu Timur yang memimpin adalah sebagai berikuit :


  1. Drs. Abdurahim Genda : ( 1978 - 1979 )
  2. Abd Kadir Nur : ( 1979 - 1980 )
  3. Abd Rahman Latopada : ( 1980 - 1986 )
  4. Drs. B. Lawahid S : ( 1986 - 1992 )
  5. Drs. Syamsuddin Badarong : ( 1992 - 1998 )
  6. Drs. Muhammad Yasin : ( 1998 - 2005 )
  7. Drs. Amrin : ( 2005 - 2010 )
  8. Drs. Ahyar, M.Pd.I : ( 2010 - 2017 )
  9. Dra. Hj. Nurlaeli : ( 2017 - 2018 )
  10. Drs. Dahlan, M.M. : ( 2018 - 2019 )
  11. Hj. Rusdiana, S.Pd. M.Pd. : ( 2019 - Sekarang )


b. Melahirkan Tokoh Lokal


Dengan latar belakang sejarah yang cukup panjang MTsN Model Palu adalah salah satu madrasah negeri yang telah banyak mencetak generasi-generasi penerus bangsa, diantaranya banyak pejabat di Sulawesi Tengah yang merupakan  alumni dari MTsN Model Palu Timur diantaranya adalah bapak Kakanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah yang memiliki ijazah madrasah negeri dari MTsN Model Palu tahun 1975 yang dulunya masih bernama MTsN Palu. Bapak Kepala Bagian tata Usaha Kanwil kementerian Agama Sulawesi Tengah memiliki ijazah madrasah negeri dari MTsN Model Palu tahun 1973 dan masih banyak lagi pejabat dan tokoh-tokoh masyarakat  di Sulawesi Tengah yang memiliki Surat Tanda Tamat Belajar di MTsN Model Palu Timur.


c. Memiliki Jaringan Alumni


Setiap lembaga pendidikan dari tahun ke tahun menamatkan siswanya puluhan bahkan ratusan orang setiap tahunnya, mereka yang telah tamat puluhan tahun yang lalu maupun tamat tahun lalu dinamakan alumni, salah satu sumber potensi memberikan kontribusi besar di lembaga pendidikan tersebut adalah mereka yang perna sekolah dan tamat di sekolah itu memberikan kontribusi pikiran tenaga dan dana. Untuk itu MTsN Model Palu Timur sejak didirikan 30 tahun silam tentunya telah menamatkan puluhan ribu siswa maka mereka yang sudah tamat tersebut telah menbentuk satu ikatan persaudaraan alumni MTsN Model Palu yang diberi nama “Ikatan Alumni MTsN Model Palu”.


Berdiri sejak 5 tahun lalu dengan keanggotaan ribuan orang, adapun ketuanya adalah bapak Irsan S.Ag, MM,  beliau sekarang bekerja di kantor (Badan Pemeriksa Keuangan) BPK perwakilan Sulawesi tengah dan bapak Ahmad Aferus yang sekarang berkantor di Kementerian Reformasi dan Birokrasi jakarta telah mengaktifkan kegiatan arisan bulanan dari rumah ke rumah bahkan mereka juga menggunakan fasilitas musholah madrasah untuk kegiatan keagamaan terutama arisan bulanan.


d. Menjadi Basis Syiar Islam


Dalam mengembangkan syiar Islam di Sulawesi Tengah khusunya di kota palu, MTsN Model Palu timur turut berperan aktif hingga ke daerah, hal ini di buktikan dengan pernah melakukan kemah PORSENI Madrasah Tsanawiyah se Sulawesi Tengah tahun 1996 di Tentena  Kabupaten Poso  yang merupakan wilayah mayoritas pendudknya beragama Keristen, wilayah ini penduduk muslim hanya sekitar 25 %.  Kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari dengan beragam macam jenis lomba yang bernuansa Islam.

  • Bagikan halaman ini: